Banyak calon jamaah
penasaran apakah umroh backpacker benar-benar memungkinkan dilakukan.
Biaya yang lebih terjangkau sering menjadi alasan sebagian orang
mempertimbangkan konsep perjalanan mandiri ini. Namun, sejak Arab Saudi
memperketat regulasi visa umroh, cara ini tidak lagi sesederhana yang
dibayangkan. Karena itu, penting untuk memahami realitas di lapangan,
risikonya, serta bagaimana memilih alternatif yang aman dan tetap nyaman.
1. Apakah Umroh Backpacker
Masih Bisa Dilakukan?
Secara teori, bepergian ke
mana pun dengan gaya backpacker bisa saja dilakukan. Namun, umroh bukan
perjalanan wisata biasa. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan jamaah umroh
terdaftar melalui sistem khusus, memiliki paket akomodasi yang jelas, serta
pengawasan melalui tasreh atau izin ibadah. Artinya, peluang melakukan
umroh murni secara backpacker saat ini jauh lebih terbatas dan berisiko
dibandingkan dulu.
Beberapa jamaah yang mencoba
memaksakan diri justru mengalami masalah seperti penolakan masuk, denda
overstay, atau tidak mendapatkan izin masuk area Masjidil Haram saat musim
padat. Situasi ini menunjukkan bahwa legalitas dan kepastian layanan harus menjadi
prioritas utama.
2. Risiko Umroh Backpacker
yang Wajib Dipahami
Sebelum memutuskan, pahami
bahwa umroh backpacker membawa sejumlah risiko signifikan, seperti:
- Masalah
Visa
Visa
umroh tidak bisa diajukan sembarangan dan wajib melalui penyedia berizin.
Kesalahan kecil dapat membuat pengajuan ditolak.
- Tidak
Ada Pembimbing Ibadah
Bagi
jamaah pemula, tidak adanya pembimbing bisa menyebabkan kesalahan dalam manasik
dan alur ibadah.
- Akomodasi
& Transportasi Tidak Terjamin
Harga
hotel di Makkah–Madinah sangat fluktuatif, terutama menjelang musim ramai.
Tanpa paket resmi, biaya bisa membengkak.
- Potensi
Penipuan
Banyak
oknum menjual “visa kunjungan untuk umroh” yang melanggar aturan Saudi. Ini
dapat berujung deportasi.
Risiko-risiko ini bukan
asumsi semata. Media internasional seperti Arab News mencatat beberapa
kasus penolakan jamaah yang datang tanpa paket resmi (lihat referensi: https://www.arabnews.com).
3. Kelebihan Umroh
Backpacker (Jika Dilakukan dengan Aman)
Meski memiliki risiko,
konsep backpacker tetap memiliki daya tarik tertentu, seperti:
- Jadwal perjalanan lebih fleksibel
- Peluang eksplorasi tempat bersejarah
lebih bebas
- Biaya bisa ditekan jika pemesanan
dilakukan jauh hari
Namun, manfaat ini hanya
bisa dinikmati jika jamaah sudah sangat berpengalaman, memahami aturan terbaru,
dan terbiasa bepergian ke luar negeri tanpa pendampingan.
4. Alternatif yang Lebih
Aman: Paket Umroh Terstruktur
Daripada mengambil risiko
besar, banyak jamaah kini memilih paket umroh resmi yang lebih terjamin. Travel
berizin memiliki akses ke sistem visa, akomodasi, dan transportasi yang sesuai
standar pemerintah Saudi.
Calon jamaah pemula sangat
disarankan membaca artikel berikut untuk persiapan matang:
- Checklist
Barang Wajib Dibawa Saat Umroh: Anti Ribet dan Anti Tertinggal
https://safiraumrohhaji.blogspot.com/2019/12/checklist-barang-wajib-dibawa-saat.html - Panduan
Lengkap Umroh Pertama Kali: Dari Persiapan Hingga Pulang ke Tanah Air
https://safiraumrohhaji.blogspot.com/2025/12/panduan-lengkap-umroh-pertama-kali-dari.html - Jadwal
dan Harga Umroh Terbaru
https://safiraumrohhaji.blogspot.com/p/jadwal-umroh.html
Artikel-artikel tersebut
memberi gambaran menyeluruh mengenai apa yang dibutuhkan sebelum berangkat.
5. Pendapat Para Ahli
Menurut riset dari International
Journal of Religious Tourism and Pilgrimage (https://arrow.tudublin.ie/ijrtp/),
aspek manajemen perjalanan ibadah sangat sensitif dan tidak dapat disamakan
dengan perjalanan wisata mandiri. Jamaah sangat membutuhkan kepastian akses,
bimbingan, dan pendampingan agar ibadah berjalan khusyuk dan aman.
Begitu pula rekomendasi dari
Ministry of Hajj and Umrah Saudi Arabia (https://www.haj.gov.sa), yang menegaskan
bahwa jamaah wajib terdaftar melalui penyelenggara resmi demi menghindari
masalah legalitas dan keselamatan.
6. Tips Jika Tetap Ingin
Gaya Backpacker
Bagi traveler berpengalaman
yang tetap ingin merasakan sensasi backpacker, berikut strategi aman:
- Pilih paket land arrangement (LA)
resmi untuk legalitas, lalu atur sebagian perjalanan sendiri
- Pesan tiket pesawat lebih awal
- Hindari berangkat tanpa visa umroh dan
tanpa travel berizin
- Siapkan asuransi perjalanan
- Pantau aturan terbaru pemerintah Saudi
Dengan demikian, jamaah
tetap bisa menikmati fleksibilitas tanpa melanggar ketentuan.
7. Kesimpulan: Bisa atau
Tidak?
Umroh backpacker bisa
dilakukan, tetapi tidak direkomendasikan bagi pemula karena
risikonya jauh lebih besar dibanding manfaatnya. Menggunakan paket resmi
memberikan ketenangan, kepastian legalitas, dan kelancaran ibadah. Bagi yang
tetap ingin merasakan kebebasan ala backpacker, solusi hybrid seperti paket LA
bisa menjadi pilihan paling aman.
Dengan perencanaan matang,
bimbingan tepercaya, serta mengikuti aturan resmi Saudi Arabia, perjalanan
umroh dapat berjalan lebih nyaman, aman, dan penuh keberkahan.

